السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتهُ
بِسْمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحْمَـنِ ٱلرَّحِيم
...
Seorang hamba memang perlu merasai ujian-ujian ini supaya dia kembali kepada Penciptanya, supaya dia berdoa, supaya dia mengadu-ngadu pada Penciptanya, supaya dia dekat kepadaNya...
Bila diuji, ingat pada Dia maka ada pahala ganjaran dariNya...
Bila sabar dan redha, ada ganjaran yang lebih dariNya...
Bila istiqamah dalam keyakinan dan penyerahan hingga bertemu Dia, ada lagi ganjaran yang lebih besar dariNya...
Bila kembali kepadaNya, dalam keadaan muthmainnah tenang tenteram, Dia letakkan di syurga sebagai tanda rahmat kasih sayangNya...
Apa lagi yang dimahukan oleh seorang hamba...
كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ الْمَوْتِ ۗ وَنَبْلُوكُم بِالشَّرِّ وَالْخَيْرِ فِتْنَةً ۖ وَإِلَيْنَا تُرْجَعُونَ ﴿٣٥﴾
Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cubaan (yang sebenar-benarnya). Dan hanya kepada Kamilah kamu dikembalikan.
(Al Anbiya': 35)
يَا أَيَّتُهَا النَّفْسُ الْمُطْمَئِنَّةُ ﴿٢٧﴾ ارْجِعِي إِلَىٰ رَبِّكِ رَاضِيَةً مَّرْضِيَّةً ﴿٢٨﴾ فَادْخُلِي فِي عِبَادِي ﴿٢٩﴾ وَادْخُلِي جَنَّتِي ﴿٣٠﴾
Hai jiwa yang tenang (27) Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang puas lagi diridhai-Nya.(28) Maka masuklah ke dalam jama'ah hamba-hamba-Ku, (29) masuklah ke dalam syurga-Ku.(30)
(Al Fajr: 27-30)
و يقول النبي صلى الله عليه وسلم: “عجباً لأمر المؤمن إن أمره كله خير، وليس ذلك لأحد إلا للمؤمن إن اصابته سراء شكر فكان خيراً له، وإن أصابته ضراء صبر فكان خيراً له”
(رواه مسلم ، كتاب الزهد والرقائق باب: المؤمن أمره كله خير)
Nabi Sallallahu ‘alaihi wassalam bersabda:
Ajaib sungguh urusan orang beriman. Sesungguhnya urusannya semuanya baik. Ini tidak berlaku kepada seorang pun kecuali kepada orang beriman. Jika kesenangan datang kepadanya, dia bersyukur, itu baik untuk nya. Jika kesusahan menimpanya, dia sabar, itu jua baik untuk nya.
(Hadith Riwayat Muslim)
Justeru, redhalah dengan ujianNya...
*JAD, SI ANAK YAHUDI...*
C&P
Jad adalah seorang kanak-kanak berusia 7 tahun di era tahun 40-an. Tinggal bersama keluarganya di apartment di sebuah kota di Perancis. Ia lahir dari keluarga Yahudi yang taat dan berpendidikan tinggi. Ibunya salah seorang professor di universiti terkemuka di Perancis ketika itu.
Di salah satu sudut 'ground floor' apartment tersebut, ada sebuah kedai kecil serbaneka yang menjadi tempat bagi warga sekitar untuk memenuhi keperluan seharian mereka, termasuk keluarga Jad. Kedai itu milik seorang Turki, Ibrahim, 67 tahun. Seorang yang sangat sederhana, bukan dari kalangan berpendidikan tinggi.
Jad hampir setiap hari berbelanja di kedai ini. Bila berbelanja, selalu, tanpa pengetahuan Ibrahim, --setidaknya begitu persangkaannya--, diam-diam ia mengambil sebiji coklat. Sampai suatu hari ia lupa mengambil (i.e mencuri) coklat tersebut.
Ketika melangkah meninggalkan kedai itu, Ibrahim memanggilnya dan berkata, _"Jad, kamu lupa sesuatu, nak."_ Jad memeriksa barangannya. Tetapi, tidak menemui sesuatu yang terlupa.
_"Bukan itu,"_ kata Ibrahim. _"Ini."_ Sambil memegang coklat yang biasa diambil Jad. Tentu saja Jad terkejut dan ketakutan. Takut bila Ibrahim menyampaikan 'hal memalukan' tersebut kepada orang tuanya. Reaksinya, bengong dan pucat.
_"Tidak apa-apa, nak. Mulai hari ini kau boleh mengambil sebiji coklat percuma sebagai hadiah. Tapi, berjanjilah untuk jujur dan mengatakannya,"_
kata Ibrahim sambil tersenyum.
Sejak hari itu, Jad menjadi sahabat Ibrahim. Ia tidak hanya datang berjumpa Ibrahim untuk berbelanja, tetapi juga menjadi tempat bercerita dan berkongsi masalahnya.
Bila menghadapi suatu masalah, Ibrahim adalah orang yang pertama diajaknya berbicara. Dan, bila itu terjadi, Ibrahim tidak pernah langsung menjawabnya, namun selalu menyuruh Jad untuk membuka halaman sebuah buku tebal yang tersimpan di sebuah kotak kayu. Ibrahim akan membaca dua halaman tersebut tanpa suara, kemudian menjelaskan jawapan dari masalah yang dihadapi Jad.
Hal tersebut berlangsung selama lebih kurang 17 tahun. Sampai satu ketika salah seorang anak Ibrahim mendatangi Jad dan memberikan kotak tersebut kepadanya lalu membawa berita yang sangat menyedihkan Jad yang ketika itu seorang pemuda. Ibrahim, sahabat sejatinya telah wafat.
Kotak berisi kitab itu diterimanya penuh terharu.
Satu ketika, ia berhadapan dengan satu masalah pelik, ia mengambil kotak itu dan membuka kitab yang ada di dalamnya, sebagaimana yang sering ia lakukan dengan Ibrahim. Ternyata kitab itu bertuliskan huruf Arab. Ia pun memohon temannya berbangsa Tunisia untuk menjelaskan makna dari 2 halaman yang dipilihnya secara rawak.
Si teman itu pun kemudian membacakan makna tulisan itu. Sungguh, apa yang disampaikan sahabatnya seakan jawapan khusus bagi masalah yang sedang ia hadapi. Jad lalu bertanya kepada sahabatnya: _"Ini kitab apa..?"_
_*"Al-Qur'an*, kitab suci Umat Islam."_
Terkejut dan takjub Jad mendengar hal tersebut. Ia langsung bertanya bagaimana syarat untuk menjadi seorang muslim.
Dijawab oleh Si Tunisia : _"Mudah, syahadat dan berusaha menjalankan syariah."_
Hari itu Jad lantas memeluk Islam dan menukar namanya menjadi *Jadullah Al-Qurani*. Dia berjanji untuk mempelajari Al-Quran dengan sebaik-baik dan semampunya.
Tentu saja keluarganya yang beragama Yahudi, terutama ibunya yang profesor, sulit menerima hal tersebut dan berusaha untuk mengembalikan Jad kepada keyakinannya semula.
Si Ibu berjuang dengan pelbagai cara bahkan mengajak teman-teman dari kalangan intelektual Yahudi untuk memberi penjelasan kepada Jad. Ini berlangsung selama 30 tahun. Namun, tidak berhasil.
Pengaruh Ibrahim yang bersahaja, ternyata mengalahkan semua orang-orang pintar di sekitar Jad.
Jadullah pernah berkata,
_"Saya jadi Muslim di tangan seorang lelaki yang justeru tidak pernah berbicara tentang agama.."_
_"Tak pernah berkata" :_
_"kamu Yahudi",_
_"kamu Kafir",_
_"belajarlah agama",_
_"jadilah muslim"._
_"Tapi, ia menyentuh saya dengan *akhlak*, sebaik-baiknya perilaku. Memperkenalkan kepada saya sebaik-baiknya kitab, *Al-Qur'an* "_
Jadullah Al-Qur'ani meninggal dunia pada tahun 2003. Dalam perjalanan hidupnya sebagai seorang Muslim - lebih kurang 30 tahun - ia telah mengislamkan lebih dari *6 juta orang* di Afrika.
Sementara Ibunya pula memeluk Islam pada tahun 2005, pada usia 78 tahun, dua tahun setelah meninggalnya si anak tersayang: *Jadullah Al-Qur'ani.*
*****
Saudara,
Ini kisah benar yang luar biasa yang amat berinspirasi...terutama bagi para pendakwah.
Semoga kita termasuk di kalangan muslim yang bermanfaat kepada orang lain.
Jad adalah seorang kanak-kanak berusia 7 tahun di era tahun 40-an. Tinggal bersama keluarganya di apartment di sebuah kota di Perancis. Ia lahir dari keluarga Yahudi yang taat dan berpendidikan tinggi. Ibunya salah seorang professor di universiti terkemuka di Perancis ketika itu.
Di salah satu sudut 'ground floor' apartment tersebut, ada sebuah kedai kecil serbaneka yang menjadi tempat bagi warga sekitar untuk memenuhi keperluan seharian mereka, termasuk keluarga Jad. Kedai itu milik seorang Turki, Ibrahim, 67 tahun. Seorang yang sangat sederhana, bukan dari kalangan berpendidikan tinggi.
Jad hampir setiap hari berbelanja di kedai ini. Bila berbelanja, selalu, tanpa pengetahuan Ibrahim, --setidaknya begitu persangkaannya--, diam-diam ia mengambil sebiji coklat. Sampai suatu hari ia lupa mengambil (i.e mencuri) coklat tersebut.
Ketika melangkah meninggalkan kedai itu, Ibrahim memanggilnya dan berkata, _"Jad, kamu lupa sesuatu, nak."_ Jad memeriksa barangannya. Tetapi, tidak menemui sesuatu yang terlupa.
_"Bukan itu,"_ kata Ibrahim. _"Ini."_ Sambil memegang coklat yang biasa diambil Jad. Tentu saja Jad terkejut dan ketakutan. Takut bila Ibrahim menyampaikan 'hal memalukan' tersebut kepada orang tuanya. Reaksinya, bengong dan pucat.
_"Tidak apa-apa, nak. Mulai hari ini kau boleh mengambil sebiji coklat percuma sebagai hadiah. Tapi, berjanjilah untuk jujur dan mengatakannya,"_
kata Ibrahim sambil tersenyum.
Sejak hari itu, Jad menjadi sahabat Ibrahim. Ia tidak hanya datang berjumpa Ibrahim untuk berbelanja, tetapi juga menjadi tempat bercerita dan berkongsi masalahnya.
Bila menghadapi suatu masalah, Ibrahim adalah orang yang pertama diajaknya berbicara. Dan, bila itu terjadi, Ibrahim tidak pernah langsung menjawabnya, namun selalu menyuruh Jad untuk membuka halaman sebuah buku tebal yang tersimpan di sebuah kotak kayu. Ibrahim akan membaca dua halaman tersebut tanpa suara, kemudian menjelaskan jawapan dari masalah yang dihadapi Jad.
Hal tersebut berlangsung selama lebih kurang 17 tahun. Sampai satu ketika salah seorang anak Ibrahim mendatangi Jad dan memberikan kotak tersebut kepadanya lalu membawa berita yang sangat menyedihkan Jad yang ketika itu seorang pemuda. Ibrahim, sahabat sejatinya telah wafat.
Kotak berisi kitab itu diterimanya penuh terharu.
Satu ketika, ia berhadapan dengan satu masalah pelik, ia mengambil kotak itu dan membuka kitab yang ada di dalamnya, sebagaimana yang sering ia lakukan dengan Ibrahim. Ternyata kitab itu bertuliskan huruf Arab. Ia pun memohon temannya berbangsa Tunisia untuk menjelaskan makna dari 2 halaman yang dipilihnya secara rawak.
Si teman itu pun kemudian membacakan makna tulisan itu. Sungguh, apa yang disampaikan sahabatnya seakan jawapan khusus bagi masalah yang sedang ia hadapi. Jad lalu bertanya kepada sahabatnya: _"Ini kitab apa..?"_
_*"Al-Qur'an*, kitab suci Umat Islam."_
Terkejut dan takjub Jad mendengar hal tersebut. Ia langsung bertanya bagaimana syarat untuk menjadi seorang muslim.
Dijawab oleh Si Tunisia : _"Mudah, syahadat dan berusaha menjalankan syariah."_
Hari itu Jad lantas memeluk Islam dan menukar namanya menjadi *Jadullah Al-Qurani*. Dia berjanji untuk mempelajari Al-Quran dengan sebaik-baik dan semampunya.
Tentu saja keluarganya yang beragama Yahudi, terutama ibunya yang profesor, sulit menerima hal tersebut dan berusaha untuk mengembalikan Jad kepada keyakinannya semula.
Si Ibu berjuang dengan pelbagai cara bahkan mengajak teman-teman dari kalangan intelektual Yahudi untuk memberi penjelasan kepada Jad. Ini berlangsung selama 30 tahun. Namun, tidak berhasil.
Pengaruh Ibrahim yang bersahaja, ternyata mengalahkan semua orang-orang pintar di sekitar Jad.
Jadullah pernah berkata,
_"Saya jadi Muslim di tangan seorang lelaki yang justeru tidak pernah berbicara tentang agama.."_
_"Tak pernah berkata" :_
_"kamu Yahudi",_
_"kamu Kafir",_
_"belajarlah agama",_
_"jadilah muslim"._
_"Tapi, ia menyentuh saya dengan *akhlak*, sebaik-baiknya perilaku. Memperkenalkan kepada saya sebaik-baiknya kitab, *Al-Qur'an* "_
Jadullah Al-Qur'ani meninggal dunia pada tahun 2003. Dalam perjalanan hidupnya sebagai seorang Muslim - lebih kurang 30 tahun - ia telah mengislamkan lebih dari *6 juta orang* di Afrika.
Sementara Ibunya pula memeluk Islam pada tahun 2005, pada usia 78 tahun, dua tahun setelah meninggalnya si anak tersayang: *Jadullah Al-Qur'ani.*
*****
Saudara,
Ini kisah benar yang luar biasa yang amat berinspirasi...terutama bagi para pendakwah.
Semoga kita termasuk di kalangan muslim yang bermanfaat kepada orang lain.
PECANDU HAND PHONE
Bismillah
Petikan khutbah Jumat di Masjidil Haram
Imam Masjidil Al Haram Asy-Syaikh Su’ud asy-Syuraim dalam sebuah Khutbah Jumat beliau berkata:
-- "Adakah dari kita yang tidak melihat perubahan dalam kehidupannya setelah masuknya WhatsApp, Facebook, Instagram dan yang lainnya dalam kehidupannya ?
Bacalah !
Hal ini merupakan "Ghazwul fikri" yang menyerang akal.
Namun sangat disayangkan kita telah tunduk padanya dan kita telah jauh dari dien Islam yang lurus dan dari dzikir kepada Allah.
Kenapa hati kita mengeras?
Itu karena seringnya kita melihat cuplikan video yang menakutkan, dan juga kejadian-kejadian yang di-share..
Hati kita kini memunyai kebiasaan yang tak lagi takut pada sesuatu pun. Oleh karena itulah, hati kita menjadi mengeras bagai batu.
Kenapa kita terpecah belah dan kita putus tali kekerabatan ?
Karena kini silaturrahmi kita hanya via WhatsApp saja, seakan kita bertemu mereka setiap hari.
Padahal bukan begitu tata cara bersilaturrahim dalam agama Islam
+ (Kita perlu datang secara fisik, mengucap salam, bersalaman, membawa oleh-oleh, saling ingat mengingat kan, nasihat menasihati, saling doa mendoakan, dll).
Kenapa kita sangat sering mengghibah (ngrumpi), padahal kita tidak sedang duduk dengan seorang pun?
Itu karena saat kita mendapatkan satu message yang berisi ghibah terhadap seseorang atau suatu kelompok, dengan cepat kita sebar ke grup-grup yang kita punya.
Dengan begitu cepatnya kita mengghibah, sedang kita tidak sadar berapa banyak dosa yang kita dapatkan dari hal itu.
Sangat disayangkan, kita telah menjadi pecandu.
Kita makan, handphone ada di tangan kiri kita.
Kita duduk bersama teman-teman, HP ada di genggaman.
Berbicara dengan ayah dan ibu yang wajib kita hormati, akan tetapi handphone ada di tangan pula.
Sedang mengemudi kendaraan, HP juga di tangan.
Sampai-sampai anak-anak kita pun telah kehilangan kasih sayang dari kita, karena kita telah berpaling dari mereka dan lebih mementingkan handphone.
-- "Aku tidak ingin mendengar seseorang yang memberi pembelaan pada teknologi ini.
Karena sekarang, jika sesaat saja HP kita tertinggal, betapa kita merasa sangat kehilangan...
Ah, andai perasaan seperti itu ada juga pada shalat dan tilawatul (pembacaan) Quran kita..."
Adakah dari kita yang mengingkari hal ini? Dan siapa yang tidak mendapatkan perubahan negatif dalam kehidupannya, setelah masuknya teknologi ini pada kehidupannya dan setelah menjadi pecandu?
Demi Allah,
Siapakah yang akan menjadi teman kita nanti di kubur?
Apakah HP ?
Mari kita sama-sama kembali kepada Allah, jangan sampai ada hal-hal yang menyibukkan kita dari dien (agama) kita. Karenanya kita tidak tahu, berapa lamakah sisa umur kita".
ALLAH berfirman:
--. “Dan barang siapa yang berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit”.
QS.Thoha: 124.
Semoga handphone yang kita miliki adalah wasilah untuk kebaikan dan bukan wasilah dalam keburukan...
Jangan disembunyikan nasihat ini, agar tidak menjadi seseorang yang menyembunyikan ilmu...
Semoga bermanfaat.
Petikan khutbah Jumat di Masjidil Haram
Imam Masjidil Al Haram Asy-Syaikh Su’ud asy-Syuraim dalam sebuah Khutbah Jumat beliau berkata:
-- "Adakah dari kita yang tidak melihat perubahan dalam kehidupannya setelah masuknya WhatsApp, Facebook, Instagram dan yang lainnya dalam kehidupannya ?
Bacalah !
Hal ini merupakan "Ghazwul fikri" yang menyerang akal.
Namun sangat disayangkan kita telah tunduk padanya dan kita telah jauh dari dien Islam yang lurus dan dari dzikir kepada Allah.
Kenapa hati kita mengeras?
Itu karena seringnya kita melihat cuplikan video yang menakutkan, dan juga kejadian-kejadian yang di-share..
Hati kita kini memunyai kebiasaan yang tak lagi takut pada sesuatu pun. Oleh karena itulah, hati kita menjadi mengeras bagai batu.
Kenapa kita terpecah belah dan kita putus tali kekerabatan ?
Karena kini silaturrahmi kita hanya via WhatsApp saja, seakan kita bertemu mereka setiap hari.
Padahal bukan begitu tata cara bersilaturrahim dalam agama Islam
+ (Kita perlu datang secara fisik, mengucap salam, bersalaman, membawa oleh-oleh, saling ingat mengingat kan, nasihat menasihati, saling doa mendoakan, dll).
Kenapa kita sangat sering mengghibah (ngrumpi), padahal kita tidak sedang duduk dengan seorang pun?
Itu karena saat kita mendapatkan satu message yang berisi ghibah terhadap seseorang atau suatu kelompok, dengan cepat kita sebar ke grup-grup yang kita punya.
Dengan begitu cepatnya kita mengghibah, sedang kita tidak sadar berapa banyak dosa yang kita dapatkan dari hal itu.
Sangat disayangkan, kita telah menjadi pecandu.
Kita makan, handphone ada di tangan kiri kita.
Kita duduk bersama teman-teman, HP ada di genggaman.
Berbicara dengan ayah dan ibu yang wajib kita hormati, akan tetapi handphone ada di tangan pula.
Sedang mengemudi kendaraan, HP juga di tangan.
Sampai-sampai anak-anak kita pun telah kehilangan kasih sayang dari kita, karena kita telah berpaling dari mereka dan lebih mementingkan handphone.
-- "Aku tidak ingin mendengar seseorang yang memberi pembelaan pada teknologi ini.
Karena sekarang, jika sesaat saja HP kita tertinggal, betapa kita merasa sangat kehilangan...
Ah, andai perasaan seperti itu ada juga pada shalat dan tilawatul (pembacaan) Quran kita..."
Adakah dari kita yang mengingkari hal ini? Dan siapa yang tidak mendapatkan perubahan negatif dalam kehidupannya, setelah masuknya teknologi ini pada kehidupannya dan setelah menjadi pecandu?
Demi Allah,
Siapakah yang akan menjadi teman kita nanti di kubur?
Apakah HP ?
Mari kita sama-sama kembali kepada Allah, jangan sampai ada hal-hal yang menyibukkan kita dari dien (agama) kita. Karenanya kita tidak tahu, berapa lamakah sisa umur kita".
ALLAH berfirman:
--. “Dan barang siapa yang berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit”.
QS.Thoha: 124.
Semoga handphone yang kita miliki adalah wasilah untuk kebaikan dan bukan wasilah dalam keburukan...
Jangan disembunyikan nasihat ini, agar tidak menjadi seseorang yang menyembunyikan ilmu...
Semoga bermanfaat.
Mengapa membaca Al Qur'an itu sangat penting ?
Menurut kajian yang dilakukan oleh Dr. Al Qadhi di Klinik Besar Florida, Amerika Syarikat telah membuktikan hanya dengan mendengar ayat suci Al Qur'an baik yang mengerti bahasa Arab atau tidak, dapat memberikan perubahan fisiologi yang sangat besar termasuklah menghindari diri dari pelbagai jenis penyakit.
Perkara ini juga dikuatkan lagi dengan penemuan Dr Muhammad Salim dari Universiti Boston.
Jadi mengapa di dalam Islam ketika mengaji disarankan untuk bersuara yang mana sekurang-kurangnya didengari oleh telinga kita sendiri?
Berikut penjelasannya :
✅Setiap sel di dalam tubuh kita bergetar di dalam sebuah sistem yang saksama,
dan perubahan sekecil apapun dalam getaran ini akan menimbulkan potensi penyakit di pelbagai bahagian tubuh.
Maka sel2 yang rosak ini harus digetarkan kembali untuk mengembalikan keseimbangannya hanya dengan suara.
Maka muncullah terapi suara yang ditemukan oleh Dr Alfred Tomatis dari Perancis.
Sementara itu Dr. Al Qadhi juga menemukan bahwa membaca Al Qur'an dengan bersuara memberikan pengaruh yg luar biasa terhadap sel2 otak untuk mengembalikan keseimbangannya.
✅Seterusnya kajian ini membuktikan sel cancer dapat dihancurkan dengan menggunakan frekuensi suara saja. Ini terbukti dengan hanya membaca Al Qur'an akan memberikan impak yang hebat dlam proses penyembuhan penyakit cancer
✅Virus dan kuman berhenti bergetar saat dibacakan ayat suci Al Qur'an dan disaat yang sama , sel2 sehat menjadi aktif dengan mengembalikan keseimbangan yang terganggu tadi.
(QS Al Isra' : 82.)
Dan yang lebih menguatkan supaya diri sendiri yang membaca bagi penyembuhan diri adalah kerana :
SUARA YANG PALING MEMILIKI PENGARUH KUAT TERHADAP SEL2 TUBUH
ADALAH SUARA SI PEMILIK TUBUH ITU SENDIRI !
QS 7 : 55, QS 17: 10
Mengapa solat berjamaah lebih di anjurkan ?
Ini kerana ada doa yg dilantunkan dengan keras sehingga terdengar oleh telinga dan ini akan memgembalikan sistem yang rosak.
Mengapa Islam tidak menganjurkan mendengar lagu hingar bingar ? Ini kerana telah dibuktikan bahwa getaran suara boleh MENJADIKAN TUBUH TIDAK SEIMBANG
Maka kesimpulannya :
1. Kurangkan mendengar muzik hingar bingar, dan gantikan dgn murotal yang terbukti memberikan efek penyembuhan
2. Maka bacalah Al Qur'an , kerana efek suara kita sendirilah yang paling hebat dalam penyembuhan.
Perang Di Langit: PETIKAN KULIAH JUMAAT AYAH CHIK MENANG KALAH ADALAH TAPISAN
Firman Allah SWT:
لِيَمِيزَ اللَّهُ الْخَبِيثَ مِنَ الطَّيِّبِ وَيَجْعَلَ الْخَبِيثَ بَعْضَهُ عَلَىٰ بَعْضٍ فَيَرْكُمَهُ جَمِيعًا فَيَجْعَلَهُ فِي جَهَنَّمَ ۚ أُولَٰئِكَ هُمُ الْخَاسِرُونَ
Kerana Allah hendak membezakan yang jahat (golongan yang ingkar) dari yang baik (golongan yang beriman), dan menjadikan (golongan) yang jahat itu setengahnya bersatu dengan setengahnya yang lain, lalu ditimbunkannya kesemuanya, serta dimasukkannya ke dalam neraka Jahanam. Mereka itulah orang-orang yang rugi.
[Al-Anfal:37]
Ayat ini turun berkenaan Perang Uhud. Selepas dijadikan menang dalam perang Badar, Allah uji dengan kekalahan pula dalam perang Uhud. Sengaja tuhan jadikan begitu, supaya ditapis orang-orang yang pura-pura dalam perjuangan Islam.
Kalau tuhan jadikan sentiasa menang, tentu ramai yang akan menonjolkan diri mengaku beriman. Lalu tuhan jadikan kalah supaya yang berpura-pura ini disingkir dari perjuangan.
Memang Allah jadikan Islam perjuangan yang sukar. Kadang-kadang berpuluh tahun tak menang. Kadang-kadang hingga ratus tahun. Menang sekejap, kalah kembali. Menang kemudian kalah kemudian menang dan kalah kembali. Allah jadikan begitu sehingga hari kiamat supaya terserlah perbezaan antara orang beriman dan kufur, samada kufur yang jelas atau kufur tersembunyi dalam hati.
Firman Allah SWT:
"وَلِيُمَحِّصَ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا وَيَمْحَقَ الْكَافِرِينَ
Dan juga supaya Allah membersihkan orang-orang yang beriman dan membinasakan orang-orang yang kafir."
[Ali Imran:141]
Masjid Rusila
12 Ramadhan 1437
17 Jun 2016
(Alang Ibn Shukrimun)
USAHA DAKWAH SAHAJA TIDAK DAPAT MEMBUANG SIFAT MAZMUMAH, PERLU DISERTAI TAZKIYYAH
.
Sifat-sifat mazmumah tidak hilang dengan dakwah kerana di akhirat nanti orang yang korbankan nyawa untuk agama pun akan dihumban ke dalam neraka kerana sifat mazmumah (riak dan bangga diri) sehingga Allah akan memanggilnya pendusta. Tetapi, sifat-sifat mazmumah hanya akan dapat dirawat dengan usaha tazkiyyah iaitu berbaiah dengan guru-guru mursyid untuk mendidik hati.
Perkara ini ada ditekankan oleh Maulana Zakariyyaa rah dalam kitabnya Fadhilat Tabligh dalam bab mendampingi ahli haq.
Sesungguhnya sifat-sifat mazmumah hanya akan hilang apabila sifat-sifat mahmudah datang dalam hati kita dan sifat-sifat mahmudah ini hanya akan datang apabila kita mendapat tarbiyyah dalam jalan tazkiyyah oleh guru-guru mursyid yang berpengalaman dalam usaha kerohanian.
Maulana Saad d.b berkata bahawa usaha Nabi saw ada 3 bahagian. Kata beliau, adalah satu kebodohan sekiranya seseorang memisahkan 3 perkara ini:
1. Dakwah: Untuk membina iman yaqin yang soheh dalam diri kita.
2. Tazkiyyah (tariqat tasawwuf): Untuk menyucikan hati kita.
3. Ta'lim: Untuk menghilangkan kejahilan dari diri kita.
Berkali-kali elders Nizamuddin berkata bahawa adalah menjadi satu kerisauan sekiranya orang lama dalam tabligh tidak memberi tumpuan kepada usaha tazkiyyah kerana dikhuatiri mereka akan dijangkiti penyakitpenyakit hati. Sekiranya ini berlaku, maka ditakuti kerosakan akan berlaku dalam usaha-usaha dakwah yang mereka lakukan.
Apakah tanda-tanda kita dijangkiti penyakit hati?
Apabila kita mula melihat kelemahan orang lain dan mula melihat kesempurnaan kita.
Apabila ini berlaku, jazbah dakwah untuk mengislahkan diri akan hilang dari hati kita, maka kita akan mula menjadikan niat islah untuk orang lain sebagai jazbah dalam dakwah kita.
Apakah tandanya?
Percakapan kita banyak berkisar atas kelemahan orang lain.
Wallahua'lam.
Sifat-sifat mazmumah tidak hilang dengan dakwah kerana di akhirat nanti orang yang korbankan nyawa untuk agama pun akan dihumban ke dalam neraka kerana sifat mazmumah (riak dan bangga diri) sehingga Allah akan memanggilnya pendusta. Tetapi, sifat-sifat mazmumah hanya akan dapat dirawat dengan usaha tazkiyyah iaitu berbaiah dengan guru-guru mursyid untuk mendidik hati.
Perkara ini ada ditekankan oleh Maulana Zakariyyaa rah dalam kitabnya Fadhilat Tabligh dalam bab mendampingi ahli haq.
Sesungguhnya sifat-sifat mazmumah hanya akan hilang apabila sifat-sifat mahmudah datang dalam hati kita dan sifat-sifat mahmudah ini hanya akan datang apabila kita mendapat tarbiyyah dalam jalan tazkiyyah oleh guru-guru mursyid yang berpengalaman dalam usaha kerohanian.
Maulana Saad d.b berkata bahawa usaha Nabi saw ada 3 bahagian. Kata beliau, adalah satu kebodohan sekiranya seseorang memisahkan 3 perkara ini:
1. Dakwah: Untuk membina iman yaqin yang soheh dalam diri kita.
2. Tazkiyyah (tariqat tasawwuf): Untuk menyucikan hati kita.
3. Ta'lim: Untuk menghilangkan kejahilan dari diri kita.
Berkali-kali elders Nizamuddin berkata bahawa adalah menjadi satu kerisauan sekiranya orang lama dalam tabligh tidak memberi tumpuan kepada usaha tazkiyyah kerana dikhuatiri mereka akan dijangkiti penyakitpenyakit hati. Sekiranya ini berlaku, maka ditakuti kerosakan akan berlaku dalam usaha-usaha dakwah yang mereka lakukan.
Apakah tanda-tanda kita dijangkiti penyakit hati?
Apabila kita mula melihat kelemahan orang lain dan mula melihat kesempurnaan kita.
Apabila ini berlaku, jazbah dakwah untuk mengislahkan diri akan hilang dari hati kita, maka kita akan mula menjadikan niat islah untuk orang lain sebagai jazbah dalam dakwah kita.
Apakah tandanya?
Percakapan kita banyak berkisar atas kelemahan orang lain.
Wallahua'lam.
Mengapa membaca Al Qur'an itu sangat penting ?
Menurut kajian yang dilakukan oleh Dr. Al Qadhi di Klinik Besar Florida, Amerika Syarikat telah membuktikan hanya dengan mendengar ayat suci Al Qur'an baik yang mengerti bahasa Arab atau tidak, dapat memberikan perubahan fisiologi yang sangat besar termasuklah menghindari diri dari pelbagai jenis penyakit.
Perkara ini juga dikuatkan lagi dengan penemuan Dr Muhammad Salim dari Universiti Boston.
Jadi mengapa di dalam Islam ketika mengaji disarankan untuk bersuara yang mana sekurang-kurangnya didengari oleh telinga kita sendiri?
Berikut penjelasannya :
✅Setiap sel di dalam tubuh kita bergetar di dalam sebuah sistem yang saksama,
dan perubahan sekecil apapun dalam getaran ini akan menimbulkan potensi penyakit di pelbagai bahagian tubuh.
Maka sel2 yang rosak ini harus digetarkan kembali untuk mengembalikan keseimbangannya hanya dengan suara.
Maka muncullah terapi suara yang ditemukan oleh Dr Alfred Tomatis dari Perancis.
Sementara itu Dr. Al Qadhi juga menemukan bahwa membaca Al Qur'an dengan bersuara memberikan pengaruh yg luar biasa terhadap sel2 otak untuk mengembalikan keseimbangannya.
✅Seterusnya kajian ini membuktikan sel cancer dapat dihancurkan dengan menggunakan frekuensi suara saja. Ini terbukti dengan hanya membaca Al Qur'an akan memberikan impak yang hebat dlam proses penyembuhan penyakit cancer
✅Virus dan kuman berhenti bergetar saat dibacakan ayat suci Al Qur'an dan disaat yang sama , sel2 sehat menjadi aktif dengan mengembalikan keseimbangan yang terganggu tadi.
(QS Al Isra' : 82.)
Dan yang lebih menguatkan supaya diri sendiri yang membaca bagi penyembuhan diri adalah kerana :
SUARA YANG PALING MEMILIKI PENGARUH KUAT TERHADAP SEL2 TUBUH
ADALAH SUARA SI PEMILIK TUBUH ITU SENDIRI !
QS 7 : 55, QS 17: 10
Mengapa solat berjamaah lebih di anjurkan ?
Ini kerana ada doa yg dilantunkan dengan keras sehingga terdengar oleh telinga dan ini akan memgembalikan sistem yang rosak.
Mengapa Islam tidak menganjurkan mendengar lagu hingar bingar ? Ini kerana telah dibuktikan bahwa getaran suara boleh MENJADIKAN TUBUH TIDAK SEIMBANG
Maka kesimpulannya :
1. Kurangkan mendengar muzik hingar bingar, dan gantikan dgn murotal yang terbukti memberikan efek penyembuhan
2. Maka bacalah Al Qur'an , kerana efek suara kita sendirilah yang paling hebat dalam penyembuhan.
Subscribe to:
Comments (Atom)